Intro Pengantar Musik Sahur Kerajan Sentul

Selamat sore, para hadirin yang kami muliakan,

Sore ini, kita berkumpul di sini bukan hanya untuk menyaksikan sebuah penampilan, tetapi untuk menjadi saksi dari sebuah perjalanan, sebuah kisah yang memadukan kekayaan budaya dari berbagai penjuru dunia. Perkenankanlah kami membawa Anda semua ke suatu tempat di mana kreativitas bertumbuh dan berkembang, sebuah kampung yang menjadi simbol dari kecintaan dan kearifan lokal dalam memainkan nada-nada kehidupan—Kampung Kerajinan Kayu Kendang Sentul.

Di tengah-tengah kesederhanaan kampung ini, para pengrajin kayu dengan tangan terampil dan hati yang penuh semangat telah menciptakan lebih dari sekadar alat musik; mereka telah memahat kisah, merajut mimpi, dan mengukir warisan. Mereka tidak hanya memproduksi alat musik kayu lokal, tetapi juga menyatukan dunia dengan alunan yang mengglobal.

Sore ini, kita akan merasakan semangat mereka dalam setiap ketukan kendang djembe sentul, setiap petikan yang melodi, dalam irama yang menyatu dari Arab, Afrika, Jawa, hingga ke identitas yang khas dari Blitar. Setiap nada yang tercipta adalah perwujudan dari dialog antarbudaya, cermin dari kreativitas tanpa batas yang terlahir dari kampung ini.

Ketika Kutho Blitar menyinari bumi yang bung karo, dan acara lomba yang membanggakan tingkat kuto, kita diajak untuk berkreasi dan berpikir positif. Karena di sini, menang atau kalah tidaklah penting, yang terpenting adalah sportivitas dan rasa kebersamaan yang kita bawa dalam pertunjukan ini.

Bulan Ramadan mengajarkan kita tentang kesabaran dan pentingnya memaafkan. Maka, melalui seni yang akan kita saksikan malam ini, mari kita tanamkan nilai-nilai itu ke dalam hati. Mari kita ikuti ritme yang mengajak kita konco-konco, mengingatkan pada kata-kata bijak Podo elingo, memandu jiwa kita menuju kedamaian dan kesucian.

Dan sekarang, saatnya kita membuka tirai sore ini. Bersiaplah untuk terhanyut dalam alunan musik yang akan membawa kita semua, poro sedoyo , semoga kita semua bisa mlebu swargo—masuk ke surga kesenian yang tiada tara.

Sahur… Sahur… Simbol dari awal hari, yang mengingatkan kita untuk bangun dan bersiap. Seperti sahur yang memulai hari dengan penuh harapan, mari kita mulai pertunjukan ini dengan hati yang penuh semangat.

Dengan hormat, perkenankanlah para musisi kami membawakan irama yang telah melintasi laut dan menyeberangi zaman, lagu yang akan membangkitkan jiwa dan menggugah rasa.

Selamat menikmati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *