Prepare

  1. Pembukaan dengan Alat Musik Tradisional: Musik dimulai dengan suara khas dari kentongan, yang memberikan nuansa awal yang sangat tradisional dan meriah. Kentongan digunakan tidak hanya sebagai pembuka tetapi juga sebagai penanda irama. Setelah beberapa saat, djembe, dundun, sangban, dan kenkeni bergabung satu per satu, masing-masing menambahkan lapisan ritmis yang unik dan kaya. Djembe dengan suara drum tangan yang dalam dan resonan, dundun memberikan suara bass yang stabil, sangban dengan nada yang sedikit lebih tinggi dan cepat, dan kenkeni yang menambahkan tekstur ritmis dengan suara yang lebih terang dan cepat.
  2. Interaksi dengan Penonton: Setelah ensemble musik terbentuk dengan kuat, musisi mulai berinteraksi dengan penonton. Ini dilakukan melalui kombinasi gerakan tubuh, kontak mata, dan ajakan bertepuk tangan, menciptakan hubungan antara pemain dan penonton. Interaksi ini tidak hanya menambahkan elemen visual tetapi juga meningkatkan energi keseluruhan dari pertunjukan, mendorong penonton untuk menjadi bagian dari pengalaman musik.
  3. Menyanyikan Lagu: Melanjutkan dari interaksi dengan penonton, vokalis memulai lagu dengan suara yang hangat dan melodi yang mengundang. Liriknya, meskipun tidak terperinci dalam deskripsi ini, menyampaikan pesan positif dan persatuan. Musik pendukung memberikan kanvas yang kaya untuk vokalis, dengan alat musik yang dimainkan sebelumnya terus mengiringi. Harmoni antara vokal dan instrumen menciptakan atmosfer yang kaya dan menarik, memungkinkan lagu itu sendiri untuk menjadi titik fokus.
  4. Detail Suara Lagu: Dalam lagu, terdapat kombinasi harmonis antara ritme yang ditetapkan oleh ensemble perkusi dan melodi vokal. Vokalis menggunakan berbagai teknik vokal untuk mengeksplorasi dinamika lagu, dari suara yang lembut dan merdu hingga nada yang lebih kuat dan penuh semangat. Instrumen ritmis terus menyediakan dasar yang kokoh, sementara dinamika dan tempo lagu berfluktuasi, menciptakan perjalanan emosional bagi pendengar.

Secara keseluruhan, alur musik video ini menciptakan pengalaman yang imersif, dimulai dari pengenalan instrumen tradisional yang kaya warna, dilanjutkan dengan interaksi energik dengan penonton, dan berpuncak pada penyajian lagu yang melibatkan emosi dan rasa komunitas. Setiap elemen, dari instrumen hingga vokal, bekerja bersama untuk menghadirkan cerita musik yang menarik dan menggugah.

Lirik Lagu

Ning kuto blitar, bumi bung karo…
Keren Kutone, podo mulyo wargane
Ayo kreatif, mikir positif…
Menang po kalah, saiki penting panggah sportif…

Selalu waspada, dari ulahnya
Rokok ilegal, jadikan rugi negara
Tak ada pajak, legal barangnya
Cepat bergegas, kita brantas sampai tuntas

Bulan ramadan, bulan suci umat Islam,
Sabar dan iman, itu harus di tingkatkan…
Yo konco-konco, ojo lali Podo elingo…
Sedoyo poso, ben podo mlebu swargo…

Sahur… Sahur 2x

sahur sahur, ayo kita sahur.
“Ibu” “bapak” yo kita bangun sahur.
Besok kita akan berpuasa.
Berpuasa kita dapat pahala.
Tidak berpuasa mendapatkan dosa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *