lokalitas dan bisnis kreatif

Studi kasus : 

Jakarta sebagai episentrum bisnis, episentrum kebudayaan. yang akan ditinggal. maka perlu energi yang kuat dihubungkan dengan moemntum hari ini. terkait dengan isu global, isu lingkungan, isu ekonomi baru, isu kemanusiaan. ini sebagai sebuah kesempatan untuk menata ulang menjadi episentrum yang kuat bila dibandingkan dengan kota-kota lain di dunia. karena kota lain di dunia lain sudah punya metode untuk mengukur seperti kebahagiaan, kemajuan kebudayaan dll. 

Redifinis jakarta, sebagaibig wherehouse, tapi karakter sebagai jakarta tidak tampak. Story jakarta apa yang harus diungkapkan? hal ini terkait dengan branding. City branding.

Brandng terkait dengan purpose. Purpose jakarta apa? hal ini yang perlu redifinisi, tentang segala aset yang dimiliki.buka hanya sebagai gudang atau wherehouse, Jakarta harus memiliki visi dan narasi yang kuat. narasi yang kuat dan menginspirasi bagi penghuninya. Hampir sama dengan purpose base city branding penghuninya, mau tidak mau harus melibatkan banyak stakeholkder. Publik harus banyak bicara lebih kuat, harus lebih memberi warna dan purpose lebih kuat. ini tentunya termuat dalam visi kota itu

story telling penting, bukan hanya membuat barang laku, tapi menciptakan kebutuhan, dan membuat publik menjadi bagian dari story itu. Storynomix. —>

Branding jaman dahulu dibentuk secara top down, menjejalkan ide ke publik warga. sekarang berubah, ketika ada partisipasi publik yang disertai dengan gerakan gerakan kemanusian, humanity menjadi dasar dari branding itu itu sendiri. Jika ngomong soal kota, maka kita bicara tentang isu-isu yang ada di kota itu sendiri. Isu isu universal, otensitas jakarta apa? core value dari kota itu apa. 

Core value branding bukan hanya sekedar untuk jualan, disiplin branding adalah semangat semangat otensity yang harus dikeluarkan. Peluang untuk meredifinis otonsitas sebuah kota seperti amsterdam, portorico mereka mempunyai aset yang kuat dalam kebudayaan. dan ini tinggal soal yang mendrive stakeholder yang mengendalikan

terkait pelibatan stakeholder. ngomong public partisipatory sangat melelahkan sejujurnya. misal dengan filosofi kopi, yang bergerak dengan user generated content, logo, kostum, logo interior, lay out dll dalam skala yang kecil itu merepotkan. contoh apakah kopinya bisa dipertanggungjawabkan secara kultural dan sosial, dan kriterianya banyak. dan harus dekat dengan kebun kopi petani dan segala mascam. ini adalah sebuah effor dan upaya yang sangat besar. butuh multi disiplin yang kuat. dan menuju kesana adalah jalan yang panjang. dan sekarang konsumen butuh nilai nilai kemanusiaa universal. butuh sesuatu hal yang related dengan problemya. secara emosional memahami publik itu sendiri. memang sesuatu yang berat tapi kita harus masuk.

secara bisnis, ini make sense, dan dunia ke arah sana. tetapi kalau investor lebih pada jangka pendek dan lebih challenging. Investor belum tentu goalnya searah dengan kita dan ada capain target target yanh berbeda. Kejar storan vs visi arah kesana. FDGS, sesuatu harus kita jalani dan sabar untuk menjelaskan kepada pihak lain.

tumbuhnya kelas menengah baru. siapa yang menangkap peluang ini. Cara meyakinkan yang paling gampang adalah dengan anak muda. misal anak muda sekarang pakai kain lo, pakai sarung, keliatan culture, keliatan keren. contoh dian sastro lebih suka pakai gaun. Tapi untuk hal yang berat kita harus gunakan indikasi geografis, otensity, dan mengemas seuatu yang ringan menuju kesana dan yang berat menuju kesana. ngomong kepada kepada budayawan juga ta semudah itu

mengangkat jenama lokal, kenapa jenama lokal ? ketir juga dan cukup paham dengan kondisi. jaman dahulu memuja globalisasi, memakai parfum di majalah. muncul trend baru, local is the new global, muncul artisan. hal ini merupakan peluang lokalitas yang sangat besar. sementara saat ini terjebak dalam terminologis seperti ukm. ukm terkesan full fighternya kurang, kasian , sehingga perlu upaya untuk membangkitkan kebanggaan lokal yang memerlukan narasi yang baik. dan hal ini challenging banget, seiring dengan perkembangan musik , film ini akan menggelinding dengan cepat. dan yang ditakutkan adlah mutinasional corporasion juga akan bergerak cepat dan mereka juga akan mengambil porsi itu. multi corporation mengambil tidak masalah, seperti mengambil isu isu SDG, kemanusian dll. tapi kalau kita ketinggalan tidak bisa menjalin relevansi dengan publik itu berbahaya

tantangan jenama lokal ketika akan naik kelas, tujuanya akan global atau kumpulan yang bersatu? kita lemah di SOP nya, kita belum punya tata kelola bisnis sperti mcdy yang sudah mengatus sejak 80 an, bagaimana mengelola bisnis seperti itu . kita belum sampai seperti mereka, tapi bagaimana kita punya spirit eksekusi ide ide lokal secara tata kelola yang baik. bikin ide gampang dan mengeksekusinya sulit, padahal sdm nya ada

sekarang kita di middle man, kalau bisnis profit.  sebagai middle man kita tidak punya ketekunan membangun dari awal, sehingga kita menjadi tergerus. contohnya tata kota, lebih mudah menyerap daripada membuat sesuatu yang baru, dengan ekosistem, tata kelola , dan kelokalan yang baik dan karakter otonsites kita seperti ekonomi pancasila. ini adalah sebuah padangan jauh, bukan hanya diserahkan kepada bisnismennya saja, tapi menjadi problem bersama. pengelola kota, pengelola bisnis dll. misa mau menyaingi starc buck bisa dari sisi persepsi, tapi dari sisi tata kelola kita belum tentu menang. SOP, mentalitas, mengambil tanggung jawab. SOP jalan, dan membangun A&R D baru. tapi lebih pragmatisme jangka pendek. Perlu pragmatisme baru yang lebih ngepop tetap idealis, full fighter

Cipta ruang, harus ada purpose dan paham potensi. contoh M Blok, kita punya potensi yang besar, m blok potensinya adalah culture jakarta selatan, dimana kulture kreatif dan sekarang masih hidup. assestmentnya pontensi di lingkungan itu apa, itu yang tidak terkalahkan. dan itu lebih terjangkau. bandingkan dengan developer membuat hal baru dll, dan ini biayanya lebih besar. pendekatan lebih mudah jika dilihat dari sosiosentrik atau atropologik sentrik  pendekatanya lebih mudah. sedangkan jaksel lekat dengan musik, ini lebih mudah untuk membangun kulure, seni, desain dan tentunya punya purpose  lebih mudah  plus dibangun dengan pembangunan etalase, dimana kita butuh ruang. ini tidak mudah tapi ini menjadi awal yang lebih baik.

pengembangan cipta ruang untuk deviasi. kesiapan jenama lokal, faktor komunitas, pendekatan komunitas, kemampuan untuk meng orkestrasi, gerakan lokalitas, dan dalam perjalananya sangat dinamis. semua exerxise yang baik, walaupun kadang tidak ideal. potensi untuk digerakan sebagai gerakan komunal , potensinya sangat besar. sehingga perlu upaya upaya serius untuk di hadapkan dengan dunia pendidikan, kampus, semacam laboratiurum untuk ditindaklanjuti.

nilai nilai yang perlu dishare, untuk kurasi untuk jenama lokal. untuk jualan harus mengurusi value, bukan hanya tenant, tapi perlu event dan partnership, untuk menambah bobot lokalitas, menagjak komunitas untuk membuat kegiatan kegiatan. untuk menghidupkan tempat bukan hanya jualan, tapi membuat tempat ini menjadi hidup. tempat ini menjadi ritual bagi publik untuk menjadi bermakna. menjadidi ritual bagi publik untuk melakukan sesuatu. tempat menjadi bermakna secara sosial. bobotnya menjadi lebih besar. contoh misal post it, tempel, keluhan anak anak muda, sebuah keresahan anak muda, dalam pergantian tahun. ini adalah sebuah ruang refleksi yang tidak ditemukan di ruang lain. palestina

ukm secara ekonomi dan kandungan sosial. common interest. adanya ruang bagi lokalitas, secara sentiment tumbuh. kita tidak tumbuh di mall, tapi kita dapat panggung adalah suatu panggung tersendiri. contoh filosofi kopi pernah ditolak di mall, di mrt, rasa sakit hati akhirnya muncul di m-blok. secara ekonomi lebih ringan dan dapat panggung. hal ini terjadi di semua negara. tinggal kita kapan memulainya. menunggu momentum penting untuk muncul

patokan baca skena kultural yang kreatif, membaca dengan pemko, komunitas dll. adaptif review, bangunan heritage. pendekatan finance, pendekatan legal, drivenya tetap di cultural. audit. dan lokal tetap menerapkan disiplin corporasi. ketika filosofi kopi membuat film ada aspek legalnya. semua dikelola dengan pendekatan korporasi. bukan hanya cultrue hub tapi bisa dipertanggungjawabkan secara korporasi.

project sosial ekonomi. secara simpel aspek sosial daripada tempat tidak terpakai buruk tidak terawat. lebih maksimal lebih menghasilkan uang, co eksis . mengangkat topik topik universality,humanity, global korporasi. unsur unsur kebudayaan perlu masuk dalam lokalitas, karena perbankan sekarang masuk di dimensi kebudayaan. 

orang orang di beberapa kota sudah memanfaatkan beberapa bangunan untuk kreatif. tetapi secara korporasi masih belum? tapi sekrang sudah menjadi gerakan yang sudah sustain, bukan hanya gerakan angin angin. commercial space banyak meriset tempat tempat besar untuk mendapatkan insigt insight , sehingga perlu kerjasama beberapa pihak itu penting.

bisnis offesion, analisa dengan future consumer, kematian mall, perubahan cara belanja konsumen. kita lebih sering mengekor. belum ada energi untuk melakukan riset sendiri. tahun ini seperti apa. kita menjadi bangsa makers seperti dimatikan, assembling motor. sekarang muncul lagi era makers. nyambung atau tidak dengan SOP. kita punya kewajiban untuk menganalisa kedepa. ini fase krusial untuk untuk global. ini harus kita manfaatkan. meskipun diskursus lokal masih perlu upaya, tentang ekslusivity dll. masih belum tengible enoug, belum pragmatis. kita perlu melakukan praktik baik bagi para makers, culture preneur, harus ditumbuhkan lagi. mengikuti design thingking. humanity

antara daerah lokalitas, berbeda. tiap lokal punya karakter yang berbeda. tidak gampang berhadapan dengan culture culter lokal. berangkat dari local is the new global kita punya peluang karena lebih mengenal. top down berkurang

sekarang komunitas punya akses yang sama, tapi warna lokalnya berbeda. sehingga isu lokal berakar. sedihnya bukan seperti itu.  .. ketidakmerataan indonesia, masih haus akan mall. lokalitas masih terpinggirkan. mereka harus mengalami dulu mall kaya apa. sinisme mall sudah mulai kuat di jakarta. weekend tanpa mall. di daerah mengalami dulu.

didaerah kelokalan sebagai modal, utuk mebedakan dengan yang lain. tergatung sturutur kota. kalau di kota tergantung RAPD. pelaku didominasi oleh goverment . point bukan uders estimate. sangat dikuasai top down. partisipasi publik masih perlu waktu, perlu contoh contoh kota internasional kota kecil. citi effect, butuh insipirasi yang sifanya komunal, empowerment,pablik partiipatory, tapi secara stuktur ekonomi tidak.

story telling berperan besar

story argumen yang relevan dg zaman skr

harus bisa memilih story yg strategis agar dapat diterma 

step step komunikasi dalam menyampaikan story telling,,,ditata,,,bagaimana memikat 

bupati konsultasi… untuk daerah mereka manmpilkan simbol simbol, narasi narasi dll. darimana mulai branding untuk daerah

  1. lokalitas, 2. assesment 3. penguatan narasi 4.sotry telling . story telling masa depan kita. story nomic. peran story nomic sangat besar untuk branding. story telling masa depan kita. story nomic peran sangat besar, apalagi di jaman digital. empaty orang terhadap story itu , itu menjadi peluang untuk memiliki kekuatan dan membangkitkan ekonomi daerah atau apapun menjadi kekuatan. itu menjadi story. pemerintah harus punya story argument yang kuat sehingga , punya story yang related dengan jaman sekarang. story argumentnya apa? potensinya apa. ketgaan memilih harus bisa memilih. story bukan hanya untuk orang pinter, juga story untuk publik sehingga gampang diterima dan ada implementasinya. misal rempah— implementasi bisa dirasakan,,, traficnya bisa di drive — untuk bisa sampai ke kota lain hingga internasional… journeynya harus diatur, step step komunkasinya perlu diatur. lebih engejing lebih experience space. layaknya sebuah filem skenarionya harus ditata. steleh storynya sangat solid tadi. storinya singkat, tapi memikatnya harus ada rancanganya. disiplin itu belum ada SOP nya. perlu step stepnya. perlu displin. aktifitasnya tidak terlalu banyak harus fokus. kuat di implementasinya. kota musik dll tapi kegiatanya diving.. yang akhirnya tidak nangkep. disiplin ke story.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *